Ammar Zoni 3 Kali Ditangkap karena Narkoba, Ahli Beberkan Alasan Mengapa Kecanduan Sulit Sembuh

Sugeng rawuh Congnghenews di Situs Kami!

Congnghenews – Untuk ketiga kalinya, aktor Ammar Zoni kembali ditangkap karena penggunaan narkoba. AKBP Indrawienny Panjiyoga, Kasatpolsek Jakarta Barat, mengatakan, penangkapan Ammar Zoni terkait narkoba terjadi pada Selasa, 12 Desember 2023 di apartemennya di kawasan Serpong, Tangerang. Ammar Zoni 3 Kali Ditangkap karena Narkoba, Ahli Beberkan Alasan Mengapa Kecanduan Sulit Sembuh

Tadi malam (Ammar Zoni ditangkap). Di sebuah rumah di kawasan Serpong, kata Panjioga dalam keterangannya.

Diketahui, ini bukan kali pertama Ammar Zoni ditangkap karena narkoba. Pasalnya, pada tahun 2017 lalu ia pernah ditangkap dalam kasus yang sama. Sebelumnya, pada Maret 2023, ia juga ditangkap.

Karya Ammar Zoni ini menimbulkan pertanyaan, mengapa pengguna narkoba sulit berhenti menggunakan obat-obatan terlarang tersebut? Materi tentang Pemilu: Pengertian, Asas, Penyelenggaraan dan Fungsinya

Para ahli mengatakan itulah sebabnya sangat sulit bagi pecandu narkoba untuk keluar dari siklus narkoba.” Mengapa begitu sulit untuk berhenti?

Gangguan narkoba dan penggunaan narkoba sering disalahpahami, menurut pakar rehabilitasi Safe Voice Treatment. Penelitian selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa gangguan penggunaan narkoba adalah kondisi medis yang kompleks, kronis, dan dapat diobati serta melibatkan perubahan pada otak kita.

Banyak orang tahu bahwa menyalahgunakan narkoba itu salah, tapi mereka tetap mencobanya. Mengapa? Anda mungkin berpikir Anda akan melakukannya kapan saja.

Saat pertama kali mencoba narkoba seperti kokain atau mariyuana, kebanyakan orang tidak mengira mereka akan menjadi kecanduan. Meskipun beberapa orang tahu cara mengendalikan kecanduan mereka, banyak orang yang tidak tahu.

Ada banyak faktor yang terlibat dalam menghentikan kecanduan. Menurut para ahli, tubuh kita beradaptasi dengan efek obat yang mengubah bahan kimia di otak.

Kecanduan biasanya mempengaruhi korteks frontal otak, sehingga kita tidak dapat mengambil keputusan yang tepat.

Saat kita menggunakan narkoba, jumlah dopamin di otak meningkat dan hal ini memberikan rasa bahagia kepada penggunanya dan membuat kita merasa bahagia sepanjang waktu. Dengan penggunaan obat ini secara teratur, otak menerima lebih banyak dopamin.

Lebih banyak dopamin berarti menikmati lebih banyak energi daripada yang biasa diterima otak kita. Akibatnya, otak memberikan kompensasi dan memproduksi lebih sedikit ketika kita tidak lagi mengonsumsi obat-obatan.

Ketika pengguna menjadi kecanduan obat tersebut, otak tidak dapat menyediakan dopamin dalam jumlah yang cukup, sehingga dapat menyebabkan gangguan mental atau fisik. Orang dengan masalah kecanduan narkoba dapat merasa tertekan dan cemas, dan satu-satunya hal yang membuat mereka merasa lebih baik adalah dengan terus menggunakan narkoba.

Ketika seseorang menggunakan narkoba hingga merasa baik atau normal, maka dapat dikatakan ia mengalami masalah kecanduan. Ammar Zoni 3 Kali Ditangkap karena Narkoba, Ahli Beberkan Alasan Mengapa Kecanduan Sulit Sembuh

Saat Anda kecanduan terhadap suatu hal, otak akan beradaptasi dengan keberadaan obat tersebut. Dan kita menjadi kecanduan terhadap hal-hal ini karena hal-hal tersebut membuat kita merasa baik dan normal.

Bagi sebagian pecandu, penggunaan narkoba berulang kali dapat mengubah cara kerja area tertentu di otak dan cara mereka berkomunikasi.

Perubahan ini membuat kita sulit menikmati aktivitas yang sehat, dan terkadang orang perlu menggunakan obat-obatan agar merasa lebih baik.

Menghentikan atau mengurangi penggunaan narkoba secara tiba-tiba dapat menyebabkan gejala putus obat, mulai dari emosi negatif yang kuat seperti gejala mirip flu hingga kondisi yang mengancam jiwa. Polres Jakarta Barat berhasil menghentikan penyelundupan narkoba senilai Rp 64 miliar. Jika dirupiahkan, nilainya Rp 64 miliar Congnghenews 2 Februari 2024