Daftar Hari Libur Terbaru dari Keppres Nomor 8 Tahun 2024, Terdapat Perubahan Nomenklatur

Wecome Congnghenews di Situs Kami!

Congnghenews, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) yang mengubah nomenklatur hari libur nasional. Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah penggantian nama hari raya Isa Al Mesias menjadi Yesus Kristus. Daftar hari libur terbaru Perpres ini diambil untuk mengakomodir keberagaman agama di Indonesia. Daftar Hari Libur Terbaru dari Keppres Nomor 8 Tahun 2024, Terdapat Perubahan Nomenklatur

Kami berharap dengan perubahan ini masyarakat dapat merasakan lebih banyak keberagaman dan keadilan dalam merayakan hari libur nasional. Daftar hari libur terbaru dari Keppres pertama adalah libur Tahun Baru Nasional pada tanggal 1 Januari 2024. Kemudian, Hari Raya Nyepi pada tanggal 20 Maret 2024. Kemudian, hari raya wafatnya Isa Al Masih (Yesus Kristus) jatuh pada 1 April 2024. Hari libur lainnya antara lain Idul Fitri, Hari Kemerdekaan, Idul Adha, Tahun Baru Islam, serta beberapa hari libur umum lainnya.

Kami berharap perubahan nomenklatur ini mencerminkan penghormatan terhadap seluruh agama dan kepercayaan di Indonesia. Keputusan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kerukunan antar umat beragama dan memperkuat semangat Bhinnek Tunggal Ik. Daftar hari libur terbaru dari Perpres ini dapat dijadikan acuan masyarakat dalam merencanakan liburan atau beraktivitas bersama keluarga. Rekomendasi Tas Brand Lokal, Cocok untuk Berbagai Occasion

Berikut daftar hari libur terakhir dari Perpres yang dirangkum Congnghenews dari berbagai sumber, Rabu (31/1/2024).

Presiden Joko Widodo menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) no. 8 Tahun 2024 tentang hari libur pada tanggal 29 Januari 2024. Merujuk pada situs setkab.go.id, terkait Perpres tersebut, ketentuan tentang hari libur saat ini tersebar di beberapa keputusan presiden, sehingga perlu adanya harmonisasi peraturan tentang hari libur. “Perlu dilakukan penyesuaian dan adaptasi terhadap dinamika masyarakat dan hukum,” demikian penjelasan poin b Perpres tersebut.

Melalui Perpres ini, hari libur tahun 2024 ditetapkan terdiri dari 16 hari libur, yaitu: 1 Januari (Senin): Tahun Baru Masehi 8 Februari (Kamis): Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. 10 Februari (Sabtu): Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili 11 Maret (Senin): Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka) 29 Maret (Jumat): Kematian Yesus Kristus 31 Maret (Minggu): Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah) April 10-11 (Rabu-Kamis): Idul Fitri 1445 H. 1 Mei (Rabu): Hari Buruh Internasional 9 Mei (Kamis): Kenaikan Isa Almasih 23 Mei (Kamis): Hari Raya Waisak 258 BE 1 Juni (Sabtu) : Hari Lahir Pancasila 17 Juni (Senin): Idul Adha 1445 H. 7 Juli (Minggu): Tahun Baru Islam 1446 H. 17 Agustus (Sabtu): Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 16 September (Senin): Hari Lahir Nabi Muhammad SAW. 25 Desember (Rabu): Kelahiran Yesus Kristus (Natal)

Terjadi perubahan tata nama nama hari raya, yaitu hari raya kelahiran, wafat, kebangkitan dan kenaikan Yesus Kristus diubah menjadi hari raya kelahiran, wafat, kebangkitan dan kenaikan Yesus Kristus.

“Apabila pegawai negeri sipil diharuskan bekerja pada hari libur karena tugas/pekerjaan kedinasan sejak butir pertama, maka berlaku ketentuan bekerja pada hari libur,” bunyi kalimat kedua Perpres tersebut. Dengan kata lain, tahun baru Hijriah Islam, Idul Adha, dan Idul Adha setiap tahunnya ditentukan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan negara di bidang agama.

Pada saat Keputusan Presiden ini mulai berlaku, terdapat empat Keputusan Presiden, yaitu Keputusan Presiden No. 251 Tahun 1967 tentang hari libur, Keputusan Presiden No. 148 Tahun 1968 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden No. 251 Tahun 1967 tentang hari libur. Kemudian Keputusan Presiden No. 10 Tahun 1971 tentang Hari Wafatnya Isa Al-Masih yang dinyatakan sebagai hari libur dan Keputusan Presiden No. 3 Tahun 1983 mengubah dan menambah Keputusan Presiden No. 251 Tahun 1967 tentang hari libur, yang telah beberapa kali diubah, yang terakhir dicabut dan dinyatakan tidak berlaku dengan Keputusan Presiden No. 10 dari tahun 1970.

“Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2024 mulai berlaku pada tanggal ditetapkan yaitu tanggal 29 Januari 2024,” bunyi akhir Perpres tersebut.

Pemerintah menetapkan hari libur dan cuti bersama tahun 2024 sebagai berikut: Hari Libur Nasional 2024 Senin 1 Januari – Tahun Baru 2024 M Kamis 8 Februari – Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Sabtu 10 Februari – Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili 11 Maret, Senin – Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946 29 Maret, Jumat – Wafatnya Yesus Sang Almasih 31 Maret, Minggu – Paskah 10-11 April, Rabu dan Kamis – Idul Fitri 1445H 1 Mei Rabu – Hari Buruh Internasional 9 Mei Kamis – Kenaikan Isa Almasih 23 Mei Kamis – Hari Raya Waisak 2568 BE 1 Juni Sabtu – Hari Lahir Pancasila 17 Juni Senin – Idul Adha 1445H 7 Juli Minggu – Tahun Baru Islam 1446H 17 Agustus Sabtu – Hari Kemerdekaan RI 16 September Minggu – Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga Tuhan memberkati dan memberinya kedamaian 25 Desember Rabu – Natal Daftar libur hari raya kolektif untuk tahun 2024 9 Februari, Jumat – Libur Bersama Tahun Baru Imlek 12 Maret Selasa – Libur Bersama Tahun Baru Nyepi Saka 1946 8-9 April 12 15 April (Senin-Selasa, Jumat, Senin) – Libur Idul Fitri 1445H 10 Mei , Jumat – libur bersama Kenaikan Yesus Kristus 24 Mei, Jumat – keberangkatan bersama pada hari Waisak 18 Juni, Selasa – keberangkatan bersama ke Kurban Bayram 1445H 26 Desember, Kamis – libur Natal bersama

Meskipun rekomendasi cuti tahunan tahun 2024 telah diterbitkan, namun penting bagi seluruh pegawai, baik di sektor publik maupun swasta, untuk lebih memahami aturan cuti tahunan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Pemahaman menyeluruh terhadap ketentuan tersebut menjadi landasan utama agar proses pemberangkatan dapat berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga mencegah kemungkinan timbulnya permasalahan di kemudian hari. Pegawai negri Sipil

Bagi PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN), ketentuan cuti diatur melalui Keputusan Presiden No. 4 Tahun 2022 tentang Cuti Bersama Bagi PNS Tahun 2022. Poin kedua keputusan ini dengan tegas menyatakan bahwa cuti bersama tidak akan mengurangi hak cuti tahunan pegawai negeri atau ASN. Kejelasan ini memberikan keyakinan kepada para ASN bahwa mengambil cuti bersama tidak akan berdampak pada pengurangan hak libur yang diatur secara jelas dalam peraturan pemerintah. Dengan demikian, PNS dapat merencanakan penggunaan cuti tahunannya, termasuk rekomendasi cuti tahunan tahun 2024, tanpa perlu khawatir akan berkurangnya hak cuti tahunan yang telah ditentukan sebelumnya. Karyawan swasta Daftar Hari Libur Terbaru dari Keppres Nomor 8 Tahun 2024, Terdapat Perubahan Nomenklatur

Bagi pegawai di sektor swasta, aturan cuti bersama bergantung pada ketentuan yang berlaku di masing-masing perusahaan. Acuannya adalah Peraturan Menteri Tenaga Kerja no. 3 Tahun 2022, dimana poin kelima menegaskan bahwa hari libur bersama dapat mempengaruhi hak cuti tahunan bagi karyawan perusahaan untuk tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan cuti bersama di sektor swasta dapat mempengaruhi jumlah total cuti yang dapat diambil pegawai dalam setahun. Oleh karena itu, para pegawai sektor swasta hendaknya mencermati kebijakan dan prosedur yang berlaku di tempat kerjanya, guna menghindari kemungkinan konflik penggunaan cuti.

Dalam kedua kasus tersebut, baik bagi pegawai negeri maupun swasta, pemahaman menyeluruh mengenai peraturan cuti tidak hanya memberikan rasa aman, namun juga memungkinkan optimalisasi cuti dan manfaat liburan. Sementara itu, menjaga kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku merupakan langkah penting untuk menghindari potensi dampak hukum yang mungkin timbul.