ITS: Kalau Ada Pinjol Datang Ajak Kerja Sama, Kami Tolak

Sugeng rawuh Congnghenews di Portal Ini!

Congnghenews, SURABAYA – Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Prasarana, Mas Agus Mardyanto membenarkan, dirinya tidak pernah bekerja sama dengan pinjaman online (Pinjol) untuk membayar biaya kuliah (UKT) satu per satu. Meski Pinjol menawarkan kerja sama, ia menegaskan ITS menolaknya. ITS: Kalau Ada Pinjol Datang Ajak Kerja Sama, Kami Tolak

12 Amalan Bulan Muharram yang Bisa Menjadi Ladang Pahala

Alhamdulillah (kerjasama ITS dengan Pinjol) tidak ada. Alhamdulillah di ITS tidak ada orang seperti dia (Pinjol) yang datang mengunjungi kami. Kalau dia datang pasti ditolak, kata Mas Agus kepada Republika, Rabu (2015). 31/1/2024).

Menurut Mas Agus, kemungkinan perguruan tinggi yang memilih bekerja sama dengan Pinjol ini mempunyai niat baik, untuk memudahkan mahasiswanya. Namun, kata dia, karena kecerdasan Pinjol yang cenderung tinggi, niat baiknya menjadi jebakan bagi pelajar.

“Mungkin itu tujuan yang bagus untuk memberikan solusi kepada mahasiswa. Karena tidak mungkin perguruan tinggi menjebak mahasiswanya. Tapi karena bunganya tinggi, mereka menjebak mahasiswanya,” ujarnya.

Mas Agus menyampaikan, ITS telah menyiapkan sederet solusi untuk mengatasi permasalahan mahasiswa kesulitan membayar UKT. Sebab ITS menganut prinsip tidak ada mahasiswa yang kena DO karena tidak punya uang untuk membayar SPP.

Biasanya, kata dia, mahasiswa yang kesulitan membayar UKT ke ITS akan ditangani oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). BEM akan membuat daftar mahasiswa yang mempunyai permasalahan kemudian melaporkannya kepada Direktur Kemahasiswaan, Wakil Rektor Bidang Akademik, atau Wakil Rektor Bidang Keuangan untuk diselesaikan.

“Solusinya bermacam-macam, misalnya kalau tidak punya uang bisa bayar di muka, lalu bayar kapan, atau bagi yang tidak punya uang bisa menunggu dua bulan, tiga bulan. atau kami akan mencicilnya, atau kami akan mencarikan beasiswa untuk para pelajar ini,” ujarnya. ITS: Kalau Ada Pinjol Datang Ajak Kerja Sama, Kami Tolak

“Bisa dilakukan melalui dana masyarakat, meminta bantuan mantan mahasiswa, atau melalui pengembangan dan pembekalan ITS,” tambah Mas Agus.