KLHK Tak Sarankan Medan Zoo Ditutup Meski 4 Harimau Koleksi Mati

Sugeng rawuh Congnghenews di Situs Kami!

Congnghenews, Jakarta – Permasalahan seputar Medan Zoo atau Medan Zoo kembali mencuat. Harimau Bengal (Panthera tigris tigris) bernama “Wesa” mati di Kebun Binatang Medan pada Senin 22 Januari 2024 pukul 14.10 WIB. KLHK Tak Sarankan Medan Zoo Ditutup Meski 4 Harimau Koleksi Mati

Sekitar pukul 16.00 di hari yang sama, dilakukan otopsi di lokasi kejadian dengan koordinasi tim KSDA RS Pusat Sumut. Harimau Bengal bernama Vesa ini berjenis kelamin betina berumur sekitar 19 tahun. Mengingat umur harimau biasanya 10-15 tahun, maka umur tersebut tergolong tua.

Selain itu, hasil otopsi menunjukkan Vesa meninggal karena penyakit kronis seperti paru-paru, jantung, hati, dan ginjal. Hal ini konsisten dengan tinjauan Grup Peninjau pada bulan November 2023.

Untuk memastikan diagnosis, dilakukan pemeriksaan histologis organ dalam tubuh Vesa. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan tanggapan tertulis kepada Congnghenews pada Senin (29 Januari 2024).

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah memantau operasional Balai Konservasi Kebun Binatang Medan sejak April 2023 dan pengelolaan satwa belum memenuhi standar pengelolaan lembaga konservasi alam, khususnya standar pelaksana. . . perawatan hewan (kesejahteraan hewan) yang tidak memadai, termasuk fasilitas perumahan dan pengelolaan lingkungan. Standar tidak dipenuhi. Seorang Wanita Tutup Permanen Lubang Anus, Hal Ini Jadi Penyebabnya

Melalui Balai KSDA Sumut, kami bekerja sama dengan mitra kami dalam perawatan hewan di Kebun Binatang Medan, antara lain: pemeriksaan kesehatan hewan secara berkala dengan tim medis antara lain dokter hewan dari Balai KSDA Sumut dan dokter hewan dari Kebun Binatang Indonesia (PKBSI). , Lembaga Konservasi Alam (LK) Sumatera Utara.

Mereka juga membantu memberi makan hewan dan pada awal Desember 2023, anggota PKBSI di Sumatera Utara menyediakan tiga orang pengasuh hewan (keeper) untuk membantu merawat hewan di Kebun Binatang Medan dan dukungan medis dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).

Balai KSDA Sumut telah melakukan upaya perbaikan kandang tidur harimau dengan harapan satwa liar tersebut dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik.

“Untuk upaya perawatan dan penyelamatan satwa di Medan Zoo, kami mempunyai rencana untuk mengembangkan/memulihkan Medan Zoo dengan dukungan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Tentunya kami akan mengucapkan terima kasih dan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesehatan dan penyelamatan satwa.” satwa, serta perbaikan lingkungan Kebun Binatang Medan.” jelas KLHK.

Peraturan tentang organisasi perlindungan lingkungan hidup diatur dalam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 1. P 22 Tahun 2019, Kebun Binatang Medan merupakan organisasi kepentingan umum. Pengelolaan organisasi konservasi didasarkan pada prinsip-prinsip etika dan perlindungan hewan. Oleh karena itu, pimpinan Balai Konservasi Alam menekankan hal berikut.

1. Terus meningkatkan pengelolaan organisasi pelestarian alam dan mendukung terpeliharanya kualitas pengelolaan;

2. Membangun, memelihara dan meningkatkan standar operasional organisasi keamanan;

3. Khususnya peningkatan produksi peternakan.

Berdasarkan peraturan ini diatur tanggung jawab organisasi konservasi, antara lain: pengelolaan mendalam organisasi konservasi di bidang etika dan kesejahteraan hewan, pemeriksaan kesehatan hewan, dan pencegahan penularan.

Peraturan ini juga mengatur tentang pengajaran, penilaian dan evaluasi, termasuk sanksi. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah dan terus melakukan pembinaan, penilaian dan evaluasi kepada lembaga konservasi khususnya Kebun Binatang Medan.

KLHK dalam keterangannya mengatakan, “Manajemen Kebun Binatang Medan berharap dengan dukungan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya dapat segera mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjaga pengelolaan Kebun Binatang Medan sesuai standar mutu pengelolaan” .

Organisasi gerakan lingkungan hidup Walhi (Forum Lingkungan Hidup Indonesia) menyerukan penutupan segera Kebun Binatang Medan atau Medan Zoo di Sumatera Utara (Sumut) menyusul matinya empat ekor harimau dalam 3 bulan terakhir.

Direktur Eksekutif Sumut Rianda Purba mengatakan di Medan, Minggu, 28 Januari 2024, “Ini bukti bahwa Pemerintah Kota Medan, termasuk Wali Kota Medan dan BUM pengelola kebun hewan, tidak mengetahui adanya kematian harimau sebelumnya. ” , dikutip Antara.

Rianda menambahkan, pada tahun lalu, dua ekor harimau sumatera bernama Erkha mati pada 3 November 2023, disusul seekor harimau sumatera bernama Nurhaliza pada 31 Desember 2023, dan seekor harimau Bengal bernama Avatar mati pada 3 Desember 2023. kurungan. . KLHK Tak Sarankan Medan Zoo Ditutup Meski 4 Harimau Koleksi Mati

Terakhir, pada Senin, 22 Januari 2024 pekan lalu, seekor harimau Bengal Vesa berusia 19 tahun ditemukan mati di kandangnya. “Ada beberapa hikmah yang bisa dipetik dari Pemko Medan seperti pembenahan dan penyediaan infrastruktur, perawatan hewan, kesehatan, dan fasilitas pangan yang memadai,” ujarnya.

Pihaknya mengatakan penyebab resmi kematian hewan tersebut tidak pernah diketahui hingga saat ini dan masih ada sekitar 115 hewan yang tersisa, termasuk sembilan harimau. Terletak di Desa Simalingkar, Provinsi Medan Tuntungan, Kebun Binatang Medan pada tahun 2022 akan memiliki 76 kandang dengan 255 spesies hewan termasuk 163 ava, 60 mamalia, dan 32 reptil dengan total luas 10 hektar.

Rianda menjelaskan: “Kondisi harimau dan satwa lainnya semakin parah. Tentu saja, Pemko Medan harus menutupnya sementara waktu. Kemudian satwa tersebut akan dipindahkan ke fasilitas konservasi yang lebih tepat”.

Sementara itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution belum mengumumkan tanggal efektif penutupan Kebun Binatang Medan, salah satu kebun binatang tertua di Indonesia yang didirikan pada tahun 1952.

“Iya mau ditutup. (Waktunya) misteri. Yang pasti belakangan ini kita belum bicara soal Medan Zoo, sebetulnya kita sudah beberapa tahun meliriknya, mulai dari sini jalan ke wali kota, ” jelas Bobby. .