Pejuang Terumbu Karang dari Desa Pinang

Wecome Congnghenews di Website Kami!

VIVA – Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem paling beragam dan penting di Bumi. Mereka menyediakan habitat bagi berbagai spesies laut. Melindungi pantai dari erosi dan mendukung nelayan dengan memelihara ikan untuk dijual. Namun terumbu karang di seluruh dunia mengalami kerusakan serius karena berbagai sebab. Pejuang Terumbu Karang dari Desa Pinang

Terumbu karang adalah ikan, teripang Ini adalah rumah bagi berbagai biota laut, termasuk kerang dan makhluk laut lainnya. Ketika terumbu karang rusak, banyak spesies kehilangan habitatnya. Ini adalah penurunan populasi; Bahkan punahnya beberapa spesies dapat mempengaruhi rantai makanan laut dan keanekaragaman hayati laut.

Terumbu karang berperan sebagai pelindung alami pantai. Mereka meredam gelombang dan badai, mengurangi erosi pantai, dan melindungi pemukiman manusia di dekat pantai. Kerusakan terumbu karang meningkatkan risiko erosi pantai dan dapat mengakibatkan kerugian harta benda dan ekonomi.

Terumbu karang merupakan bagian penting dari ekosistem laut yang kompleks. Mereka menyediakan tempat berlindung dan makanan bagi ikan yang penting dalam perikanan komersial. Kerusakan terumbu karang dapat mengganggu produktivitas seluruh ekosistem laut. 5 Air Ibu yang Tidak Bisa Dibalas dan Digantikan dengan Apapun

Pemanasan global dan perubahan iklim menyebabkan pemutihan terumbu karang. Ketika suhu laut meningkat, terumbu karang melepaskan alga khasnya, yang memberi warna dan nutrisi bagi terumbu karang. Akibatnya terumbu karang memutih dan mati. Pemutihan terumbu karang telah menjadi masalah global dan dapat menyebabkan hilangnya banyak terumbu karang.

Industri Pencemaran limbah pertanian dan domestik dapat merusak terumbu karang. Kelebihan nutrisi di dalam air dapat menyebabkan pertumbuhan alga berlebih dan eutrofikasi yang dapat mematikan terumbu karang.

Praktek-praktek seperti penangkapan ikan dengan bahan peledak atau alat penangkapan ikan yang merusak terumbu karang, seperti jaring pukat, dapat merusak terumbu karang secara fisik. Selain itu, pariwisata yang tidak berkelanjutan, seperti penambangan karang dan pelanggaran peraturan penyelaman, dapat merusak terumbu karang.

Terumbu karang hanya menutupi 1% luas lautan, namun merupakan rumah bagi sekitar 25% spesies laut yang diketahui. Rusaknya terumbu karang dapat mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati laut yang sangat berharga.

Rusaknya terumbu karang merupakan permasalahan serius yang mengancam ekosistem laut dan keseimbangan ekologi global. Upaya konservasi dan perlindungan terumbu karang menjadi semakin penting untuk melindungi lingkungan laut yang rapuh. Konservasi dan Peningkatan Ekosistem di Laut Sungai Pinang.

Anak Desa Sungai Pinang, yang populer dengan sebutan Andespin, merupakan inisiatif unik yang berfokus pada dua poin utama: konservasi ekosistem pesisir Sungai Pinang dan pengembangan ekonomi masyarakat desa. Cikal bakal program ini dimulai berkat David Hidayat, seorang pemuda yang sangat peduli terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakatnya. Kisah Andespin bermula pada tahun 2014 di Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

David Hidayat, lulusan perikanan dan kelautan Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat, memiliki visi yang jelas untuk memperbaiki kondisi pesisir Laut Sungai Pinang. Ia juga menyadari bahwa kawasan pesisir telah rusak parah akibat perilaku masyarakat yang tidak bertanggung jawab seperti penggunaan alat penangkapan ikan yang merusak lingkungan, serta dampak negatif wisatawan yang tidak waspada terhadap ekosistem terumbu karang dan biota laut di sekitarnya.

Degradasi lingkungan ini tidak hanya mengancam kehidupan organisme laut, namun juga berdampak pada kelestarian alam dan kondisi perekonomian masyarakat desa. Setelah menyelesaikan studi tingginya, David memutuskan untuk mengambil langkah nyata dengan pemahaman dan pengetahuan.

Ia mendirikan klub yang beranggotakan anak-anak muda kampung halamannya Nagari Sungai Pinang. David melihat potensi besar di sektor kelautan dan perikanan yang belum tergarap. Saat itulah Andespin muncul sebagai inisiatif yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Andespin bukan sekadar organisasi biasa. Ini adalah gerakan sosial yang menangani permasalahan lingkungan secara holistik. Tujuannya agar memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat secara keseluruhan, khususnya bagi generasi muda. Dalam upaya mencapai misi tersebut, Andespin melakukan berbagai kegiatan yang fokus pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pejuang Terumbu Karang dari Desa Pinang

Banyaknya pengabdian yang telah dikumpulkan di universitas; Dengan ilmu dan pengalamannya, David Hidayat telah menjadikan Andespin sebagai karir dan pekerjaan utamanya. Skema ini tidak hanya melindungi lingkungan tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal; Hal ini juga melibatkan penciptaan kesadaran tentang keberlanjutan dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Laut Sungai Pinang dan penduduknya.

Atas aktivisme inspiratifnya sebagai perawat terumbu karang dan aktivis bisnis komunitas, David Hidayat menerima SATU Indonesia Awards 2021 bersama individu inspiratif lainnya.

Baca artikel edukasi menarik lainnya di link ini. Prof Quraish Shihab Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan tanggal 4 Februari sebagai Hari Persaudaraan Manusia Internasional mulai tahun 2020. Congnghenews 31 Januari 2024