Sama-sama Pereda Nyeri dan Demam, Kenali Perbedaan Paracetamol dan Ibuprofen

Selamat datang Congnghenews di Portal Ini!

Congnghenews – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) memerintahkan seluruh apotek dan toko obat untuk menghentikan sementara penjualan obat dalam bentuk sirup. Hal ini menanggapi pengungkapan dan klaim bahwa obat sirup parasetamol telah diidentifikasi sebagai penyebab masalah ginjal akut misterius pada anak-anak. Sama-sama Pereda Nyeri dan Demam, Kenali Perbedaan Paracetamol dan Ibuprofen

Selain parasetamol, ibuprofen juga merupakan obat pereda nyeri dan penurun demam yang umum digunakan, baik dalam bentuk sirup maupun tablet. Kedua obat ini tersedia dalam berbagai merek yang mudah Anda temukan di apotek terdekat.

Meski sama-sama obat meredakan nyeri dan demam, ibuprofen dan parasetamol tetap memiliki perbedaan. Simak penjelasan perbedaan paracetamol dan ibuprofen berikut ini.

Penggunaan parasetamol dan efek sampingnya Tom Lembong Tim Makan Nasi Padang Pakai Sendok dan Garpu, Netizen Langsung Terpecah Jadi 2 Kubu

Paracetamol merupakan obat analgesik atau pereda nyeri yang berguna untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, baik yang disebabkan oleh sakit kepala, sakit gigi, haid, sakit punggung, atau keseleo. Tak hanya bisa meredakan nyeri, paracetamol juga bisa digunakan untuk menurunkan demam.

Paracetamol bisa digunakan oleh semua orang, termasuk ibu hamil dan menyusui. Namun perlu diperhatikan bahwa penggunaan paracetamol pada anak tidak boleh dilakukan sembarangan dan harus memperhatikan usia.

Bayi dapat diberikan parasetamol jika usianya sudah 2 bulan atau lebih. Dosis paracetamol juga sebaiknya disesuaikan dengan berat badan anak atau sesuai petunjuk dokter.

Seperti obat-obatan pada umumnya, paracetamol dapat menimbulkan efek samping antara lain: sakit kepala, mual dan muntah, sembelit dan alergi.

Meski jarang terjadi, namun tidak menutup kemungkinan efek samping paracetamol bisa lebih serius, misalnya: penurunan tekanan darah, sesak napas, atau detak jantung cepat.

Jika hal ini terjadi setelah penggunaan paracetamol, segera hubungi dokter.

Penggunaan ibuprofen dan efek sampingnya

Selanjutnya ibuprofen termasuk dalam kelompok obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Seperti parasetamol, ibuprofen dapat digunakan untuk meredakan nyeri dan demam.

Namun bedanya, ibuprofen juga berguna dalam mengobati peradangan. Selain itu, ibuprofen dapat menghambat produksi zat penyebab peradangan pada tubuh.

Anak-anak dan orang dewasa dapat diberikan ibuprofen dengan dosis yang sesuai. Namun ibu hamil tidak disarankan menggunakan ibuprofen karena berisiko menyebabkan cacat lahir dan gangguan kesehatan pada janin. Sama-sama Pereda Nyeri dan Demam, Kenali Perbedaan Paracetamol dan Ibuprofen

Hal ini juga berlaku untuk ibu menyusui. Ibuprofen, meski dalam jumlah kecil, dapat diserap ke dalam ASI, sehingga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

Penggunaan ibuprofen pada anak juga memiliki batasan usia. Perlu diperhatikan bahwa ibuprofen hanya boleh diberikan kepada anak-anak dan bayi yang berusia lebih dari 6 bulan. Penggunaan ibuprofen pada anak berusia kurang dari 6 bulan harus di bawah pengawasan dokter.

Ada beberapa efek samping ibuprofen, antara lain gangguan pernafasan, penurunan nafsu makan, sakit kepala, gagal ginjal, alergi

Karena dapat menyebabkan maag dan iritasi pada dinding lambung, ibuprofen sebaiknya dikonsumsi setelah makan.