Seminar Nasional Pusaran Urban FSRD IKJ Jadi Jembatan Pertukaran Pengetahuan Terbaru

Selamat datang Congnghenews di Situs Kami!

Congnghenews – Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Kesenian Jakarta (FSRD IKJ) menggelar Seminar Nasional Kota Pusaran III ‘Kenangan Melalui Perpaduan Karya Seni dan Desain’. Seminar Nasional Pusaran Urban FSRD IKJ Jadi Jembatan Pertukaran Pengetahuan Terbaru

Menurut Dekan FSRD IKJ Anindio Vidito MS, Seminar Nasional Pusaran Perkotaan merupakan wadah berkumpulnya para peneliti, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk memaparkan temuan penelitian terkini.

Baca Juga: Wiwick Sipala, Guru IKJ, Ajarkan Tari Terapi kepada Siswa Berkebutuhan Khusus

Serta ide-ide baru dan perkembangan terkini di bidang seni dan desain.

“Oleh karena itu, tujuan utama seminar ini adalah untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman terkini,” kata Enandev Vidyut saat seminar online, Senin (6/11). Politeknik Kemenkes Siap Buka Pendaftaran Maret 2024, Ini Syarat dan Jalur Masuknya

Baca Juga: Ipang Wahid: Dukungan alumni IKJ jadi bukti tumbuh suburnya ekonomi kreatif di bawah kepemimpinan Jokowi.

Menurut Ditto alias Dekan Enandeo Videoto, Seminar Nasional Kota Pasaran III ini akan memberikan kesempatan kepada peserta untuk membangun jaringan profesional dengan orang-orang dari bidang yang sama atau terkait.

Hal ini dapat mengarah pada kolaborasi penelitian dan usaha patungan di masa depan.

Baca Juga: IKJ Takut Masyarakat Marah

Ditto mengatakan seminar ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berdiskusi, berdebat dan menyampaikan pandangan mereka mengenai topik tersebut.

Hal ini mendorong pengembangan ide-ide baru, perdebatan dan argumen yang sehat berdasarkan bukti dan data nyata.

Seminar memberikan kesempatan kepada peserta untuk membangun jaringan profesional dengan orang-orang di bidang yang sama atau terkait.

“Hal ini dapat mengarah pada kolaborasi penelitian dan proyek bersama di masa depan,” kata Ditto.

Ia menjelaskan, hibriditas dalam konteks karya seni dan desain mengacu pada percampuran atau pencampuran unsur-unsur budaya, gaya, atau tradisi yang berbeda.

Dalam banyak hal, hibriditas dalam karya seni dan desain bermula dari gagasan peringatan. Memori dapat merujuk pada persepsi terhadap unsur seni dan desain dari berbagai sumber budaya atau tradisi sekitarnya.

“Penerapan memori dalam karya seni dan desain dapat mencakup penggunaan motif, pola, atau elemen visual dari masa lalu atau budaya tertentu,” jelas Ditto.

Rektor ISI Denpasar Profesor Dr Wayan Adniyana menyoroti keunikan perkotaan Indonesia dari segi memori sebagai keynote speaker. Seminar Nasional Pusaran Urban FSRD IKJ Jadi Jembatan Pertukaran Pengetahuan Terbaru

Menurut Adniyana, tren budaya urban di Indonesia berbeda dengan konsep kota atau kosmopolitan di negara lain, khususnya di negara Barat.

Hal ini dikarenakan masyarakat perkotaan di Indonesia mempunyai ingatan yang kuat terhadap sejarah seni yang dibawanya dari daerah masing-masing.

“Semua kombinasi ini memperkaya warna dan ruang publik, termasuk kekayaan kuliner dan fashion yang luas,” jelasnya.

Selain Rektor ISI Denpasar, seminar nasional tersebut menghadirkan pembicara antara lain guru IKJ DR Lucky Wijyanthi, kurator Galnas Indonesia DR Citra Smara Dewi, dan Rohmaf Taufik, seniman ukir asal Kalimantan Timur. (esy/jpnn)