Sri Mulyani: Emisi per Kapita Indonesia Terendah Ketiga di Negara G20

Wecome Congnghenews di Situs Kami!

Congnghenews, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia merupakan negara dengan emisi per kapita terendah ketiga. Tingkat per kapita di antara negara-negara G20. Urutan pertama adalah India dengan 2 ton emisi CO2e, dan urutan kedua adalah Brazil dengan 2,2 ton emisi CO2e per tahun. Basis per kapita pada tahun 2022. Sedangkan CO2e Indonesia sebesar 2,6. “Dibandingkan negara lain, masih berada pada level terendah,” kata Sri Mulyani pada forum diskusi IFF yang digelar di Jalan Astor Ballroom, tanggal 19 (waktu setempat). “Bukan berarti kita bisa mengeluarkan polutan yang lebih tinggi, tapi Indonesia memiliki emisi yang lebih tinggi.” “Kami mengeluarkan lebih sedikit emisi,” katanya. Regis Hotel Jakarta, Senin (29 Januari 2024). Sri Mulyani: Emisi per Kapita Indonesia Terendah Ketiga di Negara G20

Sprint Asia Hadirkan Teknologi Pengolahan Data Berbasis CDP di Indonesia

“india dekat dengan India dan Brazil. Indonesia mempunyai emisi CO2 terendah yaitu kurang dari 3 ton di antara negara-negara G20,” imbuhnya. terbaik dari Kanada

Tercatat sebagai negara G20 dengan emisi per kapita tertinggi. Kanada memiliki 18,7 ton CO2e per kapita dan Australia memiliki 17 ton CO2e per kapita.

Setelah daftar ini, Arab Saudi menempati peringkat ketiga dalam hal emisi tahunan. CO2e per kapita adalah 16,5 ton, atau 15.1CO2e di Amerika Serikat.

Emisi per kapita tahunan Indonesia merupakan yang terendah ketiga di antara negara-negara G20. Hal ini bukan berarti Indonesia tidak tertarik untuk mengurangi emisi tersebut. Oleh karena itu, Indonesia akan terus merancang proses pembangunan berkelanjutan untuk bersama-sama melindungi planet kita.

“Tentunya dalam hal ini kita tidak mengincar peringkat pertama, karena itu bukanlah peringkat yang kita inginkan menjadi juara, namun mengingat Indonesia akan terus berkembang dan akan ada konsekuensi terhadap emisi CO2, maka tantangan-tantangan tersebut adalah diperlukan dan akan terus diperhitungkan dalam membentuk bagaimana kita ingin terus maju.”

Menurutnya, data Global Risks Report 2024 yang diterbitkan World Economic Forum (WEF) menunjukkan bahwa perubahan iklim merupakan salah satu tantangan terbesar yang kita hadapi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Sri Mulyani: Emisi per Kapita Indonesia Terendah Ketiga di Negara G20

“Laporan WEF mengenai risiko global hingga tahun 2024 menunjukkan bahwa perubahan iklim merupakan salah satu tantangan terbesar dalam jangka pendek dan akan menjadi risiko dominan satu dekade dari sekarang.” Dia menyimpulkan.