Masih Jadi Backbone Kelistrikan Jawa, PLN Putar Otak untuk Tekan Emisi dari PLTU Suralaya

Congnghenews, JAKARTA — Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (PLN) tidak akan memasukkan PLTU Suralaya dalam daftar pensiun dini PLTU. Namun anak perusahaan PLN Indonesia Power (PLN IP) berupaya menurunkan emisi dari PLTU.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Perdagangan IP PLN Bernadus Sudarmanta menjelaskan, saat ini seluruh PLTU yang ada sudah terpasang teknologi ESP untuk mengurangi emisi karbon. Di sisi lain, penggunaan biomassa juga dapat mengurangi penggunaan batu bara sehingga menyehatkan lingkungan.

“Soal injeksi maut PLTU Suralaya, kita belum sampai. Tapi kita coba ubah mode pengoperasian PLTU dari base load ke load lain. Termasuk biomassa yang dibakar bersama-sama,” kata Bernadus di Kementerian ESDM, Selasa (30/1/2024).

Di sisi lain, pemerintah mempunyai pilihan lain untuk mengurangi emisi tanpa menghentikan operasional PLTU, terutama jika investasi dalam proses ini tidak dilakukan.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jisman Hutajulu mengatakan, tanpa masuknya dana untuk melaksanakan program injeksi mematikan PLTU, PLN akan memilih skenario batubara yang lebih rendah.

Dalam hal ini, PLTU diperbolehkan sampai dengan berakhirnya perjanjian jual beli tenaga listrik. Setelah itu, unit PLTU tidak disusutkan dan PLTU tetap dapat beroperasi, sehingga PLTU tetap digunakan sebagai beban melalui penambahan teknologi atau modifikasi.

“Saat ini di JETP, kalau tidak ada dana, bagaimana kita (pensiun)? Di sana, bukan awal, tapi otomatis, sampai akhir. Kita masih membutuhkan apa yang disebut baseload, bahkan dari bahan bakar fosil, namun pada akhirnya. sehari harusnya 0 emisi. Jadi jangan lawan pabrikan, ayo lawan emisinya, kata Jisman.