Top! Drone Baru Rusia Mampu Menembakkan Rudal Anti Tank

JAKARTA – Rusia tengah berupaya membuat drone terbaru untuk mempertahankan dominasi udaranya di Ukraina. Drone terbaru ini mampu menembakkan rudal anti-tank 9K111 Fagot.

Drone baru ini membawa sistem rudal anti-tank berpemandu kawat 9K111 Fagot dengan rudal 9K111 dan mampu beroperasi secara otonom. Perkembangan tersebut terungkap dalam video yang diposting di Telegram.

Pada Senin (29/1/2024), Akreditasi Angkatan Darat melaporkan bahwa drone tersebut sukses besar dalam operasi tak berawak. Kemampuan drone adalah fitur yang secara dramatis dapat mengubah dinamika operasi darat, memungkinkan mereka untuk menyerang target tanpa kendali manusia secara langsung.

Sistem Fagot 9K111, yang dirancang untuk dibawa oleh drone, merupakan sistem rudal anti-tank yang telah digunakan selama beberapa dekade. Integrasi sistem ini dengan drone membuka kemungkinan strategis baru; Menargetkan kendaraan lapis baja atau pertahanan udara jarak jauh, menghasilkan penargetan jarak jauh dan akurat.

Rincian jangkauan operasional dan kemampuan drone masih belum jelas, namun video tersebut menunjukkan terobosan teknologi signifikan Rusia di bidang sistem tak berawak dan teknologi rudal.

Ketika ketegangan meningkat di berbagai sektor secara global, pengenalan teknologi militer canggih tersebut dapat mengubah keseimbangan kekuatan dan mendorong negara-negara lain untuk mempercepat kemajuan dalam perang drone.

Fagot 9K111, yang dikenal dalam terminologi NATO sebagai AT-4 Spigot, adalah sistem rudal anti-tank era Soviet yang diperkenalkan pada tahun 1970an. Dirancang untuk menghancurkan tank dan kendaraan lapis baja lainnya, sistem ini banyak digunakan oleh berbagai kekuatan militer di seluruh dunia.

Fagot 9K111 beroperasi dengan sistem panduan kawat di mana operator mengendalikan rudal melalui kawat kecil yang meluncur dari rudal ke unit peluncuran. Hal ini memungkinkan operator untuk melakukan penyesuaian secara real-time selama penerbangan rudal, sehingga meningkatkan akurasi terhadap target bergerak. Sistem ini biasanya terdiri dari tabung peluncuran, tripod dan rudal.

Proyektil utama sistem Phagot, rudal 9M111, memiliki penetrasi tinggi dan efektif menghancurkan kendaraan lapis baja. Jaraknya sekitar 2.500 meter. Hal ini memungkinkan operator untuk menyerang target dari jarak yang terlindung dari tembakan balasan.

Selama bertahun-tahun, Fagot 9K111 telah ditingkatkan dan diekspor, dan telah bertugas dalam berbagai konflik di berbagai belahan dunia. Penggunaan dan efektivitasnya yang berkelanjutan merupakan bukti desain yang kuat dan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai situasi pertempuran.

3 Keunggulan Rudal Fateh 110 Iran, Rudal Balistik yang Tandingi Milik Amerika Serikat

JAKARTA — Rudal Fatih 110 milik Iran digadang-gadang menjadi salah satu senjata yang mampu digunakan oleh Army Tactical Missile System (ATACMS) milik Angkatan Darat AS atau rudal jarak jauh Taurus buatan Jerman. Dapat melawan rudal jelajah.

Menurut Missile Threat, Fateh-110 adalah rudal balistik berbahan bakar padat jarak pendek, versi modifikasi dari Zelzel-2 dengan sistem kontrol dan panduan tambahan.

Meski programnya berbasis di Iran, rudal tersebut diyakini menggunakan komponen dari kontraktor China. Iran telah meluncurkan beberapa rudal Fatah dalam operasi militer sejak 2017.

Rudal Fateh 110 milik Iran memiliki panjang 8,86 meter, diameter 0,61 meter, dan berat 3.450 kg. Rudal tersebut telah beroperasi di Teheran sejak tahun 2004.

3 Keunggulan Rudal Fateh 110 Iran 1. Jangkauannya hingga 500 km

Banyak rudal Fateh-110 yang memiliki jangkauan hingga 500 km. Jangkauan ini setara dengan ATACMS AS dan rudal jelajah Taurus Jerman.

Penilaian tersebut dilakukan ketika sanksi yang dijatuhkan oleh PBB saat ini berakhir pada 18 Oktober 2023. Namun rata-rata jangkauan varian rudal balistik ini hanya mencapai 200 hingga 300 km.

Dengan jarak yang jauh tersebut, Rusia rupanya tertarik untuk mengakuisisi rudal Iran. Ketertarikan ini muncul setelah pejabat senior militer di Moskow dan Teheran meninjau senjata tersebut pada Agustus dan September lalu.

2. Memiliki akurasi yang tinggi. Fabian Hinz, analis militer di International Institute for Strategic Studies (IISS), mengatakan kepada Newsweek (2/10/2023) bahwa Fateh-110 merupakan rudal yang mewakili pendekatan Iran dalam pengembangan rudal.

“Teheran secara bertahap membangun kemampuannya untuk membuat setiap generasi rudal lebih efisien dan akurat berdasarkan pada awal Fatih-110,” katanya. Rudal ini disebut juga rudal berpemandu presisi.

3. Harga murah Keunggulan rudal Fatih 110 Iran yang disasar Rusia adalah karena harganya yang murah. Bagi Moskow, penambahan rudal yang relatif murah dapat bermanfaat bagi upaya perang mereka di Ukraina.

Menurut Jewish Institute for National Security Affairs, harga rudal Fateh-110 hanya $1,10,000, berbeda jauh dengan ATACMS yang berharga USD 820,000 hingga USD 1,7 juta.

Selain ketiga hal tersebut, rudal Fateh-110 juga memiliki daya ledak yang tinggi. Namun belum diketahui seberapa besar daya ledaknya.

“Rudal-rudal ini kemungkinan dirancang untuk mengirimkan amunisi, bahan kimia, atau submunisi dengan daya ledak tinggi, dan diyakini memiliki kemampuan nuklir,” kata lembaga think tank tersebut.

Rudal Fateh 110 memiliki tiga keunggulan tersebut. Dari segi jangkauan, rudal ini sebenarnya mampu menyamai rudal yang sangat kuat, namun dari segi daya ledaknya masih belum bisa dipastikan.