Luar Biasa, Untar Sukses Pertahankan Klaster Mandiri Perguruan Tinggi untuk Kinerja PKM

Congnghenews, JAKARTA – Universitas Tarumanegara (Untar) berhasil mempertahankan posisi puncak sebagai perguruan tinggi dengan Kelompok Penelitian Independen dan Kelompok Aksi Masyarakat (PKM).

Hal ini tidak lepas dari kontribusi Rektor Untar Prof. Agustinus Purna Irawan merupakan salah satu karya penelitian terbaiknya dan berbagai karya penelitian dosen dan mahasiswa lainnya.

BACA JUGA: Selamat, Humas Untar Raih Penghargaan Tertinggi dari Anugerah Diktiristek 2023

Masuknya Untar ke dalam Mandiri Group pada tahun keenam 2024 berdasarkan Instruksi Direktur Riset, Teknologi, dan Pelayanan Sosial Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1350/E5/PG.02.00/2023 tanggal . 28 Desember 2023 sehubungan dengan Keputusan Konsolidasi Perguruan Tinggi.

Prof. Agustinus mengatakan Untar aktif melakukan penelitian, PKM dan publikasi untuk menunjang kinerja perguruan tinggi yang dipimpinnya.

BACA JUGA: Penghargaan Kemendikbud 2023 Terhadap Kepemimpinan Pendidikan Rektor Untar

Selain itu, mendukung pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) untuk mencapai pembangunan sosial global di dunia.

Salah satu proyek penelitian yang dikembangkan dan mendapat hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah pemanfaatan energi lokal Indonesia untuk membuat anggota tubuh palsu (false leg) yang terbuat dari serat alam.

BACA: Untar Dapat Penghargaan Bintang 4 dari QS Ratings: Ini Tunjukkan Dikelola dengan Baik

Prof. Agustinus mengatakan, kaki palsu hasil penelitian ini menawarkan manfaat karena banyak menggunakan bahan-bahan Indonesia, seperti serat bambu atau rotan yang tidak dimanfaatkan dengan baik, dapat digunakan kembali, dan ramah lingkungan.

“Apalagi produk yang dihasilkan sebenarnya murah sehingga bisa dijangkau masyarakat,” kata Profesor Agustinus.

Ia mengatakan, produk penelitian berupa kaki palsu telah digunakan oleh para profesional yang mampu menurunkan berat badan sejak tahun 2010.

Seorang pekerja harus kehilangan kaki kanannya akibat kecelakaan lalu lintas.

“Produk kaki palsu yang terbuat dari serat alam sangat kuat dan mudah digunakan terutama saat melakukan aktivitas sehari-hari seperti mengendarai sepeda motor ke kantor,” ujar Umar, salah satu pengguna kaki palsu berbasis Prof. Agustinus.

Selain buatan, Augustinus telah banyak melakukan penelitian di bidang komposit serat alam untuk pengembangan produk yang berbeda dengan tim peneliti dari berbagai negara.

Menurutnya, hal ini menunjukkan perlunya kerja sama untuk menghasilkan karya besar.

Penelitian yang melibatkan perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia menghasilkan sejumlah publikasi di jurnal terindeks Scopus Q1.

Sejumlah universitas Indonesia dan Malaysia terlibat, antara lain Untar, Universiti Malaysia Pahang, Universitas Internasional INTI, Universitas Negeri Semarang (Unes).

Kemudian Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Islam Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), dan Universitas Negeri Lhokseumawe.

Prof. Agustinus menekankan, Untar sangat mendorong para akademisi untuk menghasilkan penelitian yang mendukung SDGs.

“Sehingga seluruh karya yang dihasilkan perguruan tinggi memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat lokal, dan dunia,” jelasnya.

Secara khusus Progf Agustinus menyampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa Untar atas kerja samanya dalam menjaga pilar Mandiri sejak tahun 2019.

“Hal ini tidak lepas dari kebijakan Untar yang mewajibkan dosen dan mahasiswa untuk melakukan kegiatan penelitian, PKM dan penerbitan secara terus menerus,” jelasnya.

Menurut Prof. Augustinus, penelitian dan PKM penting dalam membangun reputasi dan kontribusi Untar terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan masyarakat.

“Untar akan terus membekali seluruh guru dan siswa sesuai dengan keahliannya,” tegas Prof. Agustinus.

Hal ini bertujuan untuk memberikan karya yang terhormat dalam mendukung kegiatan penelitian, PKM dan publikasi, internal Untar, dan kerjasama perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Pengumpulan perguruan tinggi tahun 2024 didasarkan pada data kinerja SITA perguruan tinggi periode 2020-2022.

Data kinerja yang dihitung telah diverifikasi dan divalidasi oleh Pusat Penelitian dan Pelayanan Sosial Perguruan Tinggi (LPPM).

Ini mencakup data tentang penulis, kontributor, artikel, penelitian, layanan publik, hak kekayaan intelektual, dan buku.

Direktur Riset, Teknologi, dan Pelayanan Sosial Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Faiz Syuaib mengatakan, penggabungan tersebut bukan daftar, melainkan pengelompokan perguruan tinggi berdasarkan karakteristik kinerjanya.

Tujuannya sebagai landasan penyusunan peta jalan penelitian dan rencana strategis.

Selain itu juga sebagai dasar penetapan kewenangan pengelolaan penelitian dan PKM pada perguruan tinggi.

Integrasi perguruan tinggi merupakan suatu proses untuk mengidentifikasi, mengukur kinerja dan pemeringkatan perguruan tinggi.

“Kita diharapkan dapat mengakselerasi kinerja perguruan tinggi dengan menggunakan program kolaboratif yang memadukan dan menyeimbangkan kekuatan perguruan tinggi melalui kerjasama antar perguruan tinggi dalam kelompok yang berbeda untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pelayanan publik,” kata Faiz.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terdapat 943 perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan profesi di seluruh Indonesia yang terbagi dalam empat jenjang yaitu Mandiri, Utama, Madya, dan Pratama.

Tarumanagara atau Universitas Untar merupakan salah satu dari 12 perguruan tinggi swasta dan 47 perguruan tinggi yang tergabung dalam grup Mandiri. (mrk/jpnn)