Waspada! Modus ‘Online Scamming’ Ada di Sekitar Kita

Selamat datang Congnghenews di Website Kami! Cara Menyembunyikan Chat Pakai Kode Rahasia dari WhatsApp

Congnghenews – Dengan berkembangnya teknologi, kasus kejahatan seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), khususnya penipuan online, menjadi hal yang patut diwaspadai. Pendekatan pemerintah terhadap TPPO adalah merespons dengan cepat, berkoordinasi dengan otoritas setempat, dan memberikan perlindungan kepada korban penipuan online. Selain itu, berdasarkan UU TPPO, korban diidentifikasi dan diberikan bantuan hukum serta pemulihan fisik dan mental. Kesediaan untuk bekerja di luar negeri dan janji gaji yang besar menjadi daya tarik dalam kasus TIP. Persyaratan administrasi seperti pengurusan paspor lebih mudah dan tidak melalui proses administrasi yang panjang. Astrid Ramadia Wijaya, Pj Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam Kemenkominfo) Kementerian Perhubungan, mengatakan TPPO tersebar luas di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. Menurut dia, Kementerian Komunikasi dan Informatika berperan dalam penertiban TPPO melalui dua strategi, yaitu penindakan terhadap materi ilegal atau situs rekrutmen dan berbagai aktivitas informasi. 2.842 kasus penipuan online yang mengarah ke TPPO telah ditangani. Para pekerja tersebut “direkrut melalui penipuan online melalui iklan lowongan kerja,” kata Astrid dalam paparan yang dikutip dari kanal YouTube Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dietzen IKP) Kementerian. Komunikasi dan informasi. Lanjutnya, pekerjaan online ini menawarkan gaji yang sangat baik, tidak memerlukan persyaratan prosedural seperti visa, dan berasal dari perusahaan yang tidak dikenal. Setelah perekrutan, karyawan sering kali dianiaya secara fisik dan emosional. Sementara itu, Susapto Angoro Broto, Direktorat Jenderal Perlindungan WNI, Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri juga memberikan contoh kasus penipuan online yang sering dilaporkan masyarakat.” Modus operandinya tersebar di Internet” dimana proses keluarnya karyawan dikumpulkan melalui grup WhatsApp untuk dikomunikasikan sehingga karyawan tidak mengetahui siapa yang mempekerjakannya. Karyawan berangkat dengan visa liburan dan kemudian dilatih untuk bekerja secara ilegal,” tegasnya. Kota Medan menjadi salah satu wilayah yang menjadi sasaran kegiatan sosialisasi dan pencegahan akibat tingginya tingkat TPPO di Provinsi Sumatera Utara. Pelaku kejahatan TPPO biasanya memperoleh dokumen perjalanan melalui paspor pelaku perjalanan yang seharusnya hanya berlaku tiga bulan sebelum keberangkatan. Namun, “mereka tetap bekerja secara ilegal, sehingga menyebabkan kesulitan prosedur untuk kembali ke Indonesia,” katanya. Adi Mansar, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, mengatakan masyarakat memerlukan upaya jangka panjang, salah satunya adalah perlunya mendaftarkan sistem izin kerja yang harus diumumkan oleh pemerintah. Negara. “Apalagi. Perlunya peningkatan peran keluarga dan masyarakat dalam membantu calon pekerja mengambil keputusan memilih pekerjaan di luar negeri agar terhindar dari TPPO,” kata Adi. Diperlukan tindakan mendesak untuk mendorong perkembangan teknologi digital. Seluruh pemangku kepentingan di seluruh sektor, termasuk telekomunikasi, perlu mengambil tindakan segera untuk mendorong perkembangan teknologi digital. Congnghenews 30 Januari 2024 Waspada! Modus ‘Online Scamming’ Ada di Sekitar Kita

Waspada! Modus ‘Online Scamming’ Ada di Sekitar Kita